RSS

Monthly Archives: August 2011

Mengejar Maling (Part 3) FINAL-It All Ends Here (?)

by Ahmad ‘Bee’ Burhan on Wednesday, August 10, 2011 at 7:10am

…………..
Dan ternyata hape itu adalah hasil dari aksi dia pagi itu.

Hape itu pun lalu disita oleh petugas sebagai barang bukti. Selama interogasi pria itu dicecar pertanyaan mulai dari dari mana, mau kemana, dengan siapa, hingga semalam berbuat apa (eh malah nyanyi :p) dan jawaban2nya justru semakin memojokkan dia sendiri. Tak berapa lama kemudian setelah polisi menyampaikan sedikit pengumuman dan himbauan kepada kerumunan massa yang menonton, pria itu digiring ke pos sekuriti sebuah hotel ternama di Malioboro. Pemeriksaan dan interogasi berlanjut. Sekuriti dan petugas berseragam pun berdatangan. Tidak ada pembantahan dari pria itu. Hape di tangannya itu menjadi bukti baru kalo dia memang seorang penjahat.

Setelah berkoordinasi sebentar, pria itu dibawa ke kantor polisi terdekat, bukan di tempat aku melapor. Selang beberapa menit kemudian barulah polisi berseragam preman lain datang dengan sebuah van. Mereka adalah petugas dari tempat aku melapor dulu. Bersama mereka aku mendatangi kantor tempat pria itu diamankan. Lalu lintas cukup padat mengingat hari itu adalah akhir pekan, sehingga mobil kami harus ambil banyak tikungan untuk mengindari kemacetan. Sesampainya di sana, di sebuah ruangan tampak beberapa petugas berbaju preman tengah mengerumuni pria itu. Aku duduk di ruang tunggu. Sambil menunggu aku ngobrol dan cerita sedikit tentang apa yg terjadi dengan petugas.

Beberapa saat kemudian datanglah seorang pemuda. Dari penampilannya dia sepertinya seorang mahasiswa. Ternyata benar. Dia adalah mahasiwa yg hapenya dicuri tadi pagi itu. Mungkin petugas menghubunginya lewat hape yg disita tadi.

Waktu terus berjalan. Matahari mulai turun. Datang seorang wanita muda. Ternyata dia mau membuat laporan kehilangan kuitansi pembayaran tiket pesawat. Di tengah proses pembuatan terdengar suara seperti orang menangis. Dan ternyata wanita muda itu pun mendengarnya. “Seperti suara orang nangis, pak?” tanya dia penasaran kepada petugas. “Bukan kayaknya, memang iya,” jawabnya sambil tersenyum. Aku pun ikut senyum. “Emang kenapa tu orang, pak?” selidiknya. “Tanya aja masnya itu,” jawab petugas itu menunjuk ke arahku. Perbincangan pun terjadi.

Sekitar 15 menit kemudian tiba2 keluarlah pria itu. Tangannya diborgol di belakang menuju ke arah mobil untuk dibawa ke kantor polisi tempat aku melapor. Kulihat mukanya merah agak lebam. Entah apa yg terjadi di ruangan itu.

(THE END)

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Uncategorized

 

Mengejar Maling (Part 2)

by Ahmad ‘Bee’ Burhan on Tuesday, August 9, 2011 at 5:10pm

………
Ini adalah yg aku inginkan selama 12 hari ini. Ini adalah jawabannya. Kuputuskan untuk kukuntit orang itu.

Segera kuberjalan ke arah pria itu pergi. Dari gelagatnya, bahkan melihat kenyataan bahwa dia masih berada di kota ini, aku yakin dia tidak tahu dan tidak menyangka bahwa selama hampir 2 minggu ini dia sedang dicari2 polisi. Segera kususuri jalan Malioboro ke arah pria itu pergi. Kupasang mata tajam2, namun hingga habis di ujung utara, dia tak terlihat dan aku kehilangan dia. Apa mungkin dia masuk ke salah satu toko di situ? Bisa jadi. Di ujung jalan kulihat seorang polisi lalu lintas sedang bertugas. Terbersit niat, pokoknya nanti begitu aku lihat pria itu, polisi itulah yang akan aku hubungi pertama kali.

Kuberjalan berbalik arah sambil mata tetap mencari sosok pria itu, namun hasilnya nihil. Aku berhenti dan bingung. Aku sempat berpikir, mungkin sekarang belum waktunya, hingga kulihat sosok itu di seberang jalan. Ya, dia ada di seberang jalan, tengah duduk di bangku tunggu halte bis. Tidak salah lagi. Apakah kuberlari ke arah dia? Tidak. Nanti bisa2 dia cuma habis dihajar massa.

Jadi seperti niatku tadi, aku segera berlari ke arah polisi yang tadi kulihat di ujung utara, dengan cepat, berharap pria itu tak keburu naik bis dan menghilang. Dalam hitungan detik aku tiba di hadapan polisi muda berbadan tinggi besar. “Pak, saya butuh bantuan. A-Z!” Tanpa babibu dia langsung nyalakan motor matiknya dan aku naik di belakang. Jauh di sana tampak sebuah bis sudah di depan halte. “Nanti kamu cari orang itu, saya akan hentikan bisnya!” Motor kami pun melesat. Begitu sampai di belakang bis itu aku turun, dan polisi itu menghentikan bis. Segera kulihat dan kuperiksa semua orang di ruang tunggu. Dia tidak ada! Cuma ada satu kemungkinan dia ada di mana: di dalam bis. Aku segera masuk dan tampak pria itu, pria yg wajahnya, potongan rambutnya, bajunya sangat akrab di pikiranku selama 2 minggu ini, sekarang tepat berada di depan mataku. Langsung kupegang kerah bajunya, lalu kulempar keluar lewat jendela. “Prang!!” Dia terjatuh di jalan dan terdengar suara ledakan. Aku loncat keluar dan menghajarnya tanpa ampun. (Kok kayak pilem eksyen yak? Hehe….ngarang ini mah).

Ini aslinya. Begitu petugas masuk bis langsung aku bilang, “Ini pak, orangnya! Tangkap aja pak!” Pria itu dengan polosnya berkelit, “Ada apa ini? Siapa saya? Saya dimana? (haiah..malah guyon ni yg nulis :p) Polisi muda itu tanya ke aku, “Kamu yakin ini orangnya?” Dengan mantap kujawab, “Yakin pak. Ada rekaman CCTV dan foto juga. Silakan nanti diperiksa di bawah.” Para penumpang tampak ikut panik.

Begitu turun, pria itu langsung diperiksa identitas, tas, dsb. Kerumunan massa yg menonton pun tak dapat dielakkan. Jangan lupa, kejadian ini berlangsung di Malioboro. Di tengah2 interogasi dan bunyi HT polisi terdengar suara2 dari kerumunan, “Bantu hajar po mas?”, “Wah, alamat Wirogunan iki,”, “Dioseng2 wae wes….”. Yak, itulah yang mungkin terjadi kalo aku tidak mengajak petugas itu. Aku segera menghubungi kantor polisi tempat aku melapor, dan langsung dijawab: “86, siap meluncur ke TKP!” (gampangnya begitu :p)
Tak berapa lama datang 2 orang petugas berpakaian preman, tapi ternyata dari unit lain, yang lebih dekat dengan Malioboro. Salah satunya langsung duduk di sebelah pria itu. Dia minta hapenya. Begitu diterima langsung ditanya, “Ini hape siapa? Udah ngaku aja daripada nanti tak hajar…” Dan ternyata hape itu adalah hasil dari aksi dia pagi itu.

(to be continued…)

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Uncategorized

 

Mengejar Maling (Part 1)

by Ahmad ‘Bee’ Burhan on Tuesday, August 9, 2011 at 5:53am

Kejadian itu berlangsung cepat. Sabtu 30 Juli 2011, usai mengantar saudara ipar wisuda, kami sekeluarga jalan2 ke Malioboro; destinasi wisata “wajib” di kota Jogja. Karena lebih ke mengantar, aku sendiri memang gak berniat beli apa2. Jadi ketika yang lain tengah memilih2 pernak-pernik aku berdiri di depan toko di antara sesak pengunjung sambil mengamati keadaan (baca: cuci mata :p).

Sedikit flashback, 12 hari yang lalu adikku terkena musibah. Laptopnya dicuri orang ketika dititipkan di tempat penitipan barang di sebuah kampus terkemuka di Jogja. Kami segera melaporkannya ke polsek terdekat dan masuk ke kategori laporan kriminal karena “beruntungnya” kejadian itu terekam oleh CCTV. Berhari2 belum ada kabar dari kepolisian, padahal bukti sudah cukup jelas, bahkan wajah pelaku sudah dapat dikenali. Kabar mengejutkan bahkan datang dari petugas perpus yang katanya pernah melihat pelaku masih terlihat di kawasan kampus. Aku jadi tambah gemes, pengen rasanya aku cari sendiri.

Kembali ke Malioboro. Rencananya besok Minggunya aku juga mau pulang kampung karena Senin sudah mulai puasa dan di Jogja memang sudah tidak ada kegiatan lagi.
Karena hari itu cukup panas dan melelahkan, kepalaku agak pusing. Bahkan waktu makan siang aku sempat minum obat sakit kepala.

Semua penat dan pusing itu kutahan hingga tiba2 di tengah2 hiruk pikuk para pengunjung Malioboro kulihat sosok pria yang tampak tidak asing. Sosok pria yang selama 12 hari ke belakang selalu terbayang di kepalaku. Potongan rambutnya sama, tas yg dipakai sama, bahkan bajunya pun sama. Deg! Dia pelakunya! Aku segera berbisik ke kakakku (yg semalam sebelumnya baru aku ceritain kejadian ini). Aku sempat bingung, apa yg harus aku lakukan. Teriak? Terlalu beresiko. Nanti keluarga khawatir. Negur? Ntar dikira sok kenal.

Tak berapa lama aku putuskan: ini adalah kesempatan (pertama dan terakhir) yg diberikan oleh Allah sebelum aku pulang. Ini adalah yg aku inginkan selama 12 hari ini. Ini adalah jawabannya. Kuputuskan untuk kukuntit orang itu.

(to be continued….)

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.