RSS

Subservience

28 Nov

Suatu sore sepasang suami istri berusia sekitar 70-an berjalan di sebuah taman kota. Seorang lelaki paruh baya berperawakan kecil berjalan di belakang mereka. Sesekali sang Nyonya yang gemar sekali makan coklat (hobi yang agak aneh untuk wanita seusianya) membuang bungkusnya sambil terus berjalan. Dengan cekatan si lelaki paruh baya itu memungut bungkus itu lalu memasukkannya ke kantung kresek yang dibawanya. Sementara itu sang Tuan yang dari muda dikenal sebagai perokok berat tampak masih menikmati tiap kepulan putih yang keluar dari ujung pipa hitam di mulutnya. Di tengah perjalanan tampak asap semakin mengecil dan dengan sigap si lelaki paruh baya itu memberikan sebatang rokok baru dengan pematik menyala di tangan kirinya.
Suasana mulai gelap dan lampu-lampu kota mulai menyala. Ketiganya berjalan menuju sebuah rumah besar yang lebih tampak seperti istana, hanya catnya memang sudah agak tua. Di kejauhan tampak seorang wanita paruh baya berdiri di dekat pintu gerbang. Entah dari mana datangnya seorang pemuda tiba-tiba berlari di depan mereka datang mendekat, menodongkan pisau ke sang Nyonya sambil meminta tas kecil yang dibawanya. Si lelaki paruh bawa menubruk pemuda itu dan bergumul di depan kedua majikannya. Tak selang berapa lama pemuda itu lari dan lelaki paruh baya itu jatuh tersungkur.

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2009 in Imajinasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: