RSS

“Mana sepatuku??”

29 Jan

Yogyakarta, Kamis, 28 Januari 2010

Setelah satu bulan (lebih dikit) tidak menulis, akhirnya dapet juga sesuatu untuk ditulis di sini, tepatnya sebuah kisah (lagi). Kisah yang semakin dipikir semakin terasa tidak menyenangkan! Kisah ini adalah tentang “sepasang sepatu”. Kisah ini ditulis tidak bertujuan membicarakan kejelekan orang lain, atau WHO-nya, namun lebih kepada HOW-nya, karena sebenarnya saya tidak suka membicarakan orang lain. Semoga bisa diambil pelajaran dari kisah ini. Begini ceritanya:

Pagi itu, Sabtu, 23 Januari 2010, seorang teman mendatangiku. “Mas Burhan, hari ini ada acara gak?” tanya dia. Kubilang, “Hmm..kayaknya gak ada,”. Lalu dia tanya lagi, “Kalo besok Minggu ada acara gak?”. Aku berpikir sejenak (memikirkan jawaban sekaligus mencoba menebak2 apa keperluan dia yang sebenarnya), “Kalo besok Minggu, aku mau jagong manten,” jawabku. “Gimana2, ada perlu apakah gerangan?”. Dia jawab, “Saya mau pinjem sepatu untuk ikut seminar besok Minggu”. Sambil berpikir kujawab, “Oh, seminar ya. Besok aku jagong mantennya pake sendal aja, jadi ya, gapapa. Bisa. Emang dimana to seminare?”. “Purwokerto”, jawabnya. Aku sedikit kaget, karena kirain acarana cuma di Jogja. Tapi karena aku gak punya alasan yang signifikan untuk menolak ya kubilang, “Wow, jauhnya. Tapi Senin harus sudah di Jogja lagi ya. Soale mau tak pake sepatunya (buat ke kampus). “Ok. Minggu malam kita langsung pulang balik ke Jogja. Kita berangkatnya nanti sore,” jawabnya. Sesudah itu dia pergi membawa sepatuku.

Esok harinya aku jagong manten seperti yang direncanakan. Lumayan reuni kecil2an dengan teman sewaktu kuliah. Tapi aku tidak akan bercerita banyak tentang pesta ini, karena kisah ini adalah tentang “sepatu” :p Hari Minggu itu kulalui dengan normal, dan tidak (atau belum) memikirkan nasib sepatuku.

Esok harinya, Senin pagi, seperti yang dijanjikan, temanku itu kuharapkan datang mengembalikan sepatuku. Karena lama tak kunjung nongol2 juga, akhirnya ku-SMS, “Posisi dimana?”. Tak berapa lama bukan balesan SMS melainkan panggilan telpon dari temenku itu. “Mas Burhan, mohon maaf sebelumnya. Semalem semalem waktu mau balik ke Jogja, tiba2 mobilnya mogok. Jadi baru pagi ini mau dibenerin ke bengkel,” katanya. “Jadi sekarang lagi dimana?” perasaanku mulai gak nyaman. “Masih di Purwokerto,” jawabnya. Kaget dan gak percaya, ternyata dia masih nun jauh di sana. Tapi aku masih sabar. Toh gak disengaja. Siapa juga yang pengen mobilnya mogok. “Ya udah, gak papa. Itu di luar kuasa kita, kan?” kataku. Akhirnya kuputuskan hari itu gak jadi ke kampus.

Siang, sore, malam temanku tak kunjung datang. Hingga Selasa pagi, (akhirnya) temanku itu datang. Eh, tiba2 dia bilang, “Mas Burhan, saya mohon maaf sekali lagi,”. “Iya gak papa,” (aku pikir dia mau mengulangi permintaan maaf sewaktu di telpon kemarin) Lalu dia meneruskan, “Jadi begini ceritanya..(dia menceritakan lagi mobil yang rusak, bengkel, dsb) setelah selesai kami langsung berangkat ke Jogja. Di perjalanan saya baru sadar kalo ternyata..sepatunya ketinggalan,” “Jadi sekarang sepatuna di mana?” tanyaku masih belum percaya. “Di Purwokerto, maaf ya mas Burhan,” jawabnya. Jeleggeeerr!!!
Bagaikan denger bledhek di siang bolong. Dalam hatiku aku kaget campur heran. Kok bisa2nya tu sepatu ketinggalan?!! Padahal dah jelas2 telat mbalikin dari yang dijanjikan, mestinya kan dijaga bener2. Aaarrrgghh…Tapi itu semua dalam hati. Aku masih bisa sabar, lalu aku bilang, “Wow…(dalam hati geram), ya sudah gak papa. Semua pasti ada hikmahnya,” “Maaf sekali lho mas Burhan. Tapi saya sudah minta temen saya untuk mengirimnya ke Jogja,” tambahnya. “Iya, gak papa.”

Besoknya, Rabu, prediksiku mestinya sepatuku nyampe ke Jogja (dengan asumsi sepatuku dikirim via titipan kilat kurang lebih cuma satu hari). Sampai siang ternyata belum dateng juga tu sepatu. Aku SMS temenku itu, “Kok sepatuku belum dateng ya??”. Dia bales, “Kata temen saya sudah dikirim kok. Wah, saya jadi gak enak nih mas,” dalam hatiku, “bangeeet….”.
Tapi aku cuma bales, “hoho..”.
Jadi hari itu aku ke kampus pake sepatu kets. Hadeh…

Esok harinya, Kamis (hari ini) aku masih setia menunggu sepatuku pulang. Pagi, siang, sepatuku gak dateng2 juga. Hari itu aku ke kampus pake sepatu kets lagi. Huft..sabar..sabar…Dalam penantianku, sore harinya tiba2 dateng SMS dari temenku lagi. “Mas Burhan, maaf sekali lagi. Ternyata sepatunya balik lagi karena alamat tujuanna kurang jelas. Kode posnya berapa ya?” JELEGGEEERR!!! Bledek itu dateng lagi. Apa-apaan ini??!!! Pertama, telat sehari karena mobil mogok, kedua sepatu ketinggalan, ketiga ternyata sepatu balik lagi ke Purwokerto!! Alamaaak……
Pantes banget deh kayaknya kalo aku marah! Malah mungkin aku gak normal kalo gak marah! Aaaaarrrgghh…..!!!

Lalu apa kesimpulan yang dapat kita ambil dari kisah ini?? Semua aku kembalikan ke temen2 pembaca…

 
12 Comments

Posted by on January 29, 2010 in Renungan

 

12 responses to ““Mana sepatuku??”

  1. Jodi Abdillah

    January 30, 2010 at 11:15 am

    Hikmahnya kalo ga ikhlas / ga sreg jangan minjemin,, dari intuisi lah kadang the divine warns us for incoming shit..😀

     
    • masburhan

      January 30, 2010 at 11:27 am

      Yeah..u’re rite! Terutama untuk barang2 yang signifikan buat kita. Sepatu buat kerja bo! Dan sampai detik ini aku masih menanti kedatangan sepatuku tercinta. Hiks…arrrgghh……

       
  2. heynee

    January 30, 2010 at 11:25 am

    mesake tenan og nasepmu kang……… ambil hikmah nya ja. lain kali kalo kita diposisi peminjam, lebih amanah dan hati2 menjaga brg pinjeman…….🙂

     
    • masburhan

      January 30, 2010 at 11:37 am

      Terus kiro2 penake piye yo nek sepatuku tekan suk minggu ra balik2?? Senen ngajar je! Huaaa….

       
  3. Novi

    January 30, 2010 at 12:06 pm

    Maaf iktan.. Klo boleh saran bsk2 klo mo minjemin liat2 orgny dl kali y,meskipun it knl baek tp klo g mantep y jgn,hehe..

     
    • masburhan

      January 30, 2010 at 12:29 pm

      Yup! Mungkin sebaiknya begitu. Apalagi aku tipikal orang yang agak susah untuk bilang “tidak”. Padahal tak semuanya harus “iya” kan?? Hehe..

       
  4. masburhan

    March 13, 2010 at 3:05 pm

    Akhirnya……setelah “hilang” selama 2 bulan kurang 10 hari, hari ini, Sabtu, 13 Maret 2010, sepatuku KEMBALI…….dengan sedikit uang “kompensasi”. Jadi sekarang aku punya 2 pasang sepatu. CASE CLOSED.🙂

     
    • masburhan

      October 22, 2010 at 8:44 pm

      wew..lama juga ternyata…ckck..

       
  5. siapa?

    May 9, 2010 at 8:18 pm

    manteb dah

     
    • masburhan

      October 22, 2010 at 8:43 pm

      kok manteb??😀

       
  6. presyl

    October 21, 2010 at 8:47 pm

    ahaha.. *maaf ya ketawa*
    baca tulisan “jeleegeer” nya itu loh ;p

    yaa.. mau diapain lagi, kesel pasti, tapi susah juga klo mau marah, paling ngambek dikit.
    mungkin disuruh ganti sepatu baru kali..

     
    • masburhan

      October 22, 2010 at 8:45 pm

      hahaha….bisa dibayangkan kek di sinetron2 tu lho! wkwkwkw..
      Itu tu sepatu baru je..sepatu sebelume ilang di mesjid. huhu…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: