RSS

Mengejar Maling (Part 2)

19 Aug

by Ahmad ‘Bee’ Burhan on Tuesday, August 9, 2011 at 5:10pm

………
Ini adalah yg aku inginkan selama 12 hari ini. Ini adalah jawabannya. Kuputuskan untuk kukuntit orang itu.

Segera kuberjalan ke arah pria itu pergi. Dari gelagatnya, bahkan melihat kenyataan bahwa dia masih berada di kota ini, aku yakin dia tidak tahu dan tidak menyangka bahwa selama hampir 2 minggu ini dia sedang dicari2 polisi. Segera kususuri jalan Malioboro ke arah pria itu pergi. Kupasang mata tajam2, namun hingga habis di ujung utara, dia tak terlihat dan aku kehilangan dia. Apa mungkin dia masuk ke salah satu toko di situ? Bisa jadi. Di ujung jalan kulihat seorang polisi lalu lintas sedang bertugas. Terbersit niat, pokoknya nanti begitu aku lihat pria itu, polisi itulah yang akan aku hubungi pertama kali.

Kuberjalan berbalik arah sambil mata tetap mencari sosok pria itu, namun hasilnya nihil. Aku berhenti dan bingung. Aku sempat berpikir, mungkin sekarang belum waktunya, hingga kulihat sosok itu di seberang jalan. Ya, dia ada di seberang jalan, tengah duduk di bangku tunggu halte bis. Tidak salah lagi. Apakah kuberlari ke arah dia? Tidak. Nanti bisa2 dia cuma habis dihajar massa.

Jadi seperti niatku tadi, aku segera berlari ke arah polisi yang tadi kulihat di ujung utara, dengan cepat, berharap pria itu tak keburu naik bis dan menghilang. Dalam hitungan detik aku tiba di hadapan polisi muda berbadan tinggi besar. “Pak, saya butuh bantuan. A-Z!” Tanpa babibu dia langsung nyalakan motor matiknya dan aku naik di belakang. Jauh di sana tampak sebuah bis sudah di depan halte. “Nanti kamu cari orang itu, saya akan hentikan bisnya!” Motor kami pun melesat. Begitu sampai di belakang bis itu aku turun, dan polisi itu menghentikan bis. Segera kulihat dan kuperiksa semua orang di ruang tunggu. Dia tidak ada! Cuma ada satu kemungkinan dia ada di mana: di dalam bis. Aku segera masuk dan tampak pria itu, pria yg wajahnya, potongan rambutnya, bajunya sangat akrab di pikiranku selama 2 minggu ini, sekarang tepat berada di depan mataku. Langsung kupegang kerah bajunya, lalu kulempar keluar lewat jendela. “Prang!!” Dia terjatuh di jalan dan terdengar suara ledakan. Aku loncat keluar dan menghajarnya tanpa ampun. (Kok kayak pilem eksyen yak? Hehe….ngarang ini mah).

Ini aslinya. Begitu petugas masuk bis langsung aku bilang, “Ini pak, orangnya! Tangkap aja pak!” Pria itu dengan polosnya berkelit, “Ada apa ini? Siapa saya? Saya dimana? (haiah..malah guyon ni yg nulis :p) Polisi muda itu tanya ke aku, “Kamu yakin ini orangnya?” Dengan mantap kujawab, “Yakin pak. Ada rekaman CCTV dan foto juga. Silakan nanti diperiksa di bawah.” Para penumpang tampak ikut panik.

Begitu turun, pria itu langsung diperiksa identitas, tas, dsb. Kerumunan massa yg menonton pun tak dapat dielakkan. Jangan lupa, kejadian ini berlangsung di Malioboro. Di tengah2 interogasi dan bunyi HT polisi terdengar suara2 dari kerumunan, “Bantu hajar po mas?”, “Wah, alamat Wirogunan iki,”, “Dioseng2 wae wes….”. Yak, itulah yang mungkin terjadi kalo aku tidak mengajak petugas itu. Aku segera menghubungi kantor polisi tempat aku melapor, dan langsung dijawab: “86, siap meluncur ke TKP!” (gampangnya begitu :p)
Tak berapa lama datang 2 orang petugas berpakaian preman, tapi ternyata dari unit lain, yang lebih dekat dengan Malioboro. Salah satunya langsung duduk di sebelah pria itu. Dia minta hapenya. Begitu diterima langsung ditanya, “Ini hape siapa? Udah ngaku aja daripada nanti tak hajar…” Dan ternyata hape itu adalah hasil dari aksi dia pagi itu.

(to be continued…)

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2011 in Lifestyle, Renungan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: